LAPORAN PELAKSANAAN PENAS XIII PETANI-NELAYAN 2011

LAPORAN
PELAKSANAAN PENAS XIII PETANI-NELAYAN 2011
DI TENGGARONG, KALIMANTAN TIMUR
18-23 JUNI 2011

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pekan Nasional (PENAS) merupakan acara Pertemuan Kontak Tani Nelayan yang digagas oleh para Tokoh Tani Nelayan sejak tahun 1971. PENAS XIII Petani Nelayan 2011 merupakan kelanjutan hasil keputusan Rembug Utama KTNA Nasional pada PENAS XII Tahun 2007 di Palembang, yang merupakan wahana bagi para petani nelayan seluruh Indonesia untuk melakukan konsolidasi, pengembangan diri, tukar menukar informasi, apresiasi, kemitraan dan promosi hasil pertanian, perikanan dan kehutanan yang diselenggarakan secara teratur dan berkelanjutan.
Melalui PENAS XIII Petani Nelayan 2011 ini, petani nelayan berkesempatan untuk saling mengisi dalam upaya memperkuat kepemimpinan agribinis di tingkat petani nelayan, sekaligus mengawali pemerintahan yang baru pilihan petani nelayan seluruh Indonesia yang diharapkan mampu mengubah Petani Nelayan menjadi lebih bergairah terhadap pembangunan pertanian umumnya dan pengaruh usaha agribisnis petani nelayan khususnya.
Kehadiran tokoh-tokoh Petani Nelayan, Kontak Tani-Nelayan, dan Petani-Nelayan yang berhasil, merupakan kesempatan yang berharga untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya mereka diharapkan dapat memberi motivasi kepada petani-nelayan lainnya untuk saling berinteraksi dan bersinergis dalam memanfaatkan sumber daya alam pertanian yang tersedia di daerah masing-masing guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka perbaikan mutu produksi pertanian dan peningkatan pendapatannya yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga tani-nelayan.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Meningkatkan motivasi, dan kegairahan petani-nelayan dan masyarakat pelaku agribisnis dalam pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui kemitraan yang saling menguntungkan.
2. Tujuan Khusus
a. Meningkatnya kepemimpinan dan kemandirian kontak Tani Nelayan selaku pelaku utama sistem dan usaha agribisnis.
b. Terjalinnya kemitraan usaha dan informasi agribisnis antara peserta dengan para pengusaha di bidang agribisnis.
c. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan dibidang teknologi dan kualitas produksi agribisnis peserta.
d. Meningkatnya jiwa wirausaha dan kesadaran terhadap lingkungan serta keakraban bagi peserta.
e. Meningkatnya apresiasi para peserta dan masyarakat pelaku agribisnis untuk memacu prestasi dalam pembangunan pertanian dan pedesaan.

C. Tema
Tema PENAS XIII Petani Nelayan 2011 yang telah disepakati adalah :
Melalui pemberdayaan petani nelayan dan penguasaan teknologi tepat guna kita kembangkan daya saing perekonomian nasional dalam rangka peningkatan pendapatan petani nelayan”.

II. DASAR PELAKSANAAN.
A. Dasar Hukum :
1. Surat Keputusan Menteri Pertanian R.I. 3133/Kpts/OT.160/9/2010 tanggal 20 September 2010 tentang perubahan lampiran Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 2155/KPTS/OT.160/6/2010.
2. Surat Keputusan Gubernur Kaltim Nomor 520/K.89/2010 tertanggal 15 Februari 2010 tentang Pembentukan Panitia Pelaksana Penas XIII Petani Nelayan 2011 Provinsi Kalimantan Timur
3. Surat Keputusan Gubernur Kaltim, Nomor 520/K.249/2010 tertanggal 26 April 2011 tentang Revisi Panitia Pelaksana Pekan Nasional XIII Petani Nelayan 2011 Provinsi Kaimantan Timur.
4. Surat keputusan Gubernur Kaltim Nomor 520/k.187/2011 tanggal 11 Maret 2011 Tentang Pembentukan Panitia Pelaksana Pekan Nasional XIII Petani Nelayan 2011 Provinsi Kalimantan Timur
5. Surat Keputusan Bupati Kampar Nomor 510.11/Adm-EK/100/2011 tertanggal 14 Maret 2011 tentang Pembentukan Panitia Kontingen Kabupaten Kampar pada Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XIII Tahun 2011 di Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.
B. Waktu dan Tempat
PENAS XIII Petani-Nelayan 2011 dilaksanakan pada tanggal 18 s/d 23 Juni 2011. Bertempat di Kompleks Stadion Aji Imbut Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.
Sedangkan Akomodasi Peserta kontingen Kabupaten Kampar ditempatkan dirumah warga yaitu Bapak Drs. H. Idrus Jl. Arwana Blok D No 25 Kelurahan Timbau Kec. Tenggarong Kab. Kutai Kartanegara.
C. Kepesertaan
Peserta PENAS XIII dari Kabupaten kampar terdiri dari:
1. Peserta Utama yang berasal dari KTNA Kab. Kampar, petani berprestasi, Alumni Magang Jepang, P4S, Kepala BPP, Penyuluh berprestasi dan kelompok tani berprestasi dengan jumlah 93 orang
2. Peserta Pendamping berjumlah 6 orang yaitu Aparat yang ditugasi Pemerintah untuk mendampingi dan memfasilitasi Peserta PENAS XIII Kontak Tani Nelayan Andalan 2011.
III. KEGIATAN PEKAN NASIONAL (PENAS) XIII
1. PEMBUKAAN dan PENUTUPAN PENAS XIII Petani-Nelayan Tahun 2011
Pembukaan direncanakan dilakukan oleh Presiden R.I. Dr. Susilo Bambang Yudoyono, tetapi karena kesibukan kegiatan negara digantikan oleh Wakil Presiden R.I. Prof. Dr. Budiono. Untuk itu acara dengan Presiden dipindahkan menjadi Acara Puncak PENAS XIII yang dilaksanakan pada tgl 22 Juni 2011.
Acara PEMBUKAAN dan PENUTUPAN
Tempat • Pembukaan di Stadion Aji Imbut , Tenggarong. Kab. Kutai Kartanegara
• Acara Puncak di Gedung Bela Diri, Kompleks Stadion Aji Imbut
• Penutupan di Stadion Aji Imbut, Tenggarong Kab. Kutai Kartanegara
Tanggal • 18 Juni 2011 Pembukaan (oleh Wk.Presiden R.I.)
• 22 Juni 2011 Acara Puncak (Video Conference oleh Presiden R.I. dilanjutkan dengan dialog dengan petani nelayan)
• 23 Juni 2011 Penutupan (oleh Menteri Pertanian)
Peserta • semua peserta dari semua Kontingen yang datang di Penas XIII
• sekitar 2.400 peserta di gedung yang berkapasitas 3.000 tempat duduk

HASIL KEGIATAN

1) Acara pembukaan PENAS XIII petani nelayan 2011 yang dibuka Wakil Presiden R.I. berlangsung dengan meriah, akbar dan sukses. Wakil Presiden R.I. setelah membuka Penas XIII terus mengunjungi Demplot/Display didampingi Menteri Pertanian, Gubernur Kaltim dan Bupati Kutai Kartanegara, beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu meninjau gelar teknologi budidaya pertanian di lokasi Demplot/Display.
Selanjutnya Wakil Presiden dan Ibu melakukan penebaran Udang di areal padi sawah (Mina padi) dan dilanjutkan ke Kampung Ternak untuk bersama-sama dengan murid SD mendeklarasikan minum susu. Acara Pembukaan sukses dan meriah.
2) Acara Puncak diawali dengan pemberian Tanda Kehormatan R.I. berupa Satya Lancana yang dilakukan oleh Menteri Pertanian atas nama Presiden R.I.pada beberapa Gubernur, Bupati/Walikota, BUMN, peneliti, petani-nelayan. Acara Puncak dilaksanakan dengan Video Conference yang dilanjutkan dengan dialog dengan petani nelayan dalam bentang waktu hampir 1½ jam atau setengah jam lebih panjang dari jadwal. Hal tersebut menunjukkan antusias Presiden berkomunikasi dengan petani nelayan, meskipun secara fisik tidak dapat hadir, tetapi dengan video conference kekecewaan ketidakhadiran Presiden R.I. dapat diobati. Acara Puncak sukses dan meriah. Hanya saja banyak peserta yang tak dapat mengkuti/masuk ke Ruang karena ketatnya penjagaan sedangkan masih ada tempat duduk sekitar 600 orang. Setelah melihat kondisi demikian Panitia mengambil inisiatif untuk mengizinkan peserta lainnya masuk ruang.
3) Acara penutupan berjalan sukses dan meriah, tetapi peserta sudah banyak yang pulang, hal ini dapat dilihat dari tempat duduk peserta yang sudah kosong dan konsumsi yang disediakan panitia melimpah lebih. Acara penutupan sukses dan meriah, meskipun jumlah peserta yang mengkuti acara penutupan sudah berkurang banyak.
2. TEMU WICARA PRESIDEN dan PEJABAT TINGGI
Disebabkan karena acara Pembukaan PENAS XIII dibuka oleh Wakil Presiden R.I. maka Temu Wicara peserta Penas dengan Pejabat Tinggi Negara diubah, dan sebagai kosekwensinya terjadi pula perubahan Pembicara dalam setiap temu wicara dan panel.

Acara TEMU WICARA PRESIDEN dan PEJABAT TINGGI
Tempat Ruang Serba Guna, Pencak Silat dan Yudo
Tanggal 18,19, 20 dan 22 Juni 2011
Peserta Undangan Video Conference

HASIL KEGIATAN

Semula Temu Wicara akan dilakukan oleh 4 menteri menjadi 3 menteri dan 1 Kepala Badan, sedangkan untuk Panel semula 2 Lembaga Tinggi Negara, 2 Menko, 7 Menteri, 2 Kepala Badan setingkat Menteri dan 1 Gubernur setingkat Menteri menjadi semua diwakilkan dan 4 diantaranya tak hadir wakilnya (Menko Kesra, Menteri Perindustrian, Menteri PU dan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga.
Kehadiran peserta PENAS XIII antusias dan penuh dan waktu untuk panel terlalu singkat.
Beberapa kegiatan Temu Wicara dapat diikuti oleh peserta sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan Panitia, Namun tidak jarang acara berubah secara mendadak tanpa adanya pemberitahuan dari Panitia, sehingga menjadi kesulitan tersendiri bagi seluruh peserta yang telah diutus oleh kontingen daerahnya
a. Temu Wicara dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia.
Target yang harus dicapai Kementerian Pertanian indonesia adalah sebagai berikut:
• Tercapainya Swasembada Pangan
• Peningkatan Diversifikasi pangan
• Peningkatan Nilai Tambah, daya saing dan Ekspor
• Meningkatkan kesejahteraan petani.
Selanjutnya di bidang pertanian ada 7 macam Program Revitalisasi yang harus segera dilaksanakan:
1. Revitalisasi lahan
2. Revitalisasi Perbenihan dan Pembibitan
3. Revitalisasi Infrastruktur
4. Revitalisasi Sumberdaya Manusia
5. Revitalisasi Pembiayaan Petani
6. Revitalisasi Kelembagaan
7. Revitalisasi Teknologi dan Industr Hilir.

b. Temu Wicara dengan Menteri Perindustrian, Perdagangan, Gubernur Bank Indonesia

Pelaku Usaha Rumah Tangga akan mendapat kredit dari Bank BPR di daerahnya masing-masing.
Untuk meningkatkan Produksi dalam Negeri harus dimulai dengan mencintai barang-barang hasil produksi dalam negeri.
c. Temu Wicara dengan DPD Republik Indonesia.
Adanya Demplot Penyuluh pada masing-masing wilayah kerjanya yang dibiayai oleh Pemerintah.
Upaya terbentuknya Undang-Undang Perlindungan dan Pemberdayaan KTNA harus segera dilaksanakan.

d. Temu Wicara dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Hasil Temu Wicara:
Tahun 2010, Dana KKP yang dialokasikan untuk Rakyat sebesar 30 %
Tahun 2011, 33% dari 7 T dialokasikan untuk Rakyat
Tahun 2012, 50 % dana Kementerian Kelautan dan Perikanan akan dialokasikan untuk Rakyat.
Program Kementerian Kelautan dan Perikanan yang sedang digiatkan antara lain:
– Sosialisasi P2MKP (Pusat Pelatihan Mandiri Perikanan dan Kelautan)
– Pemberian Beasiswa bagi anak-anak nelayan miskin.
– Mendata petani-nelayan miskin yang perlu mendapat bantuan
– Mengurangi/stop terhadap produk perikanan impor
– Membangun pabrik Garam di 70 lokasi Perikanan Laut.
– Meningkatkan Kesejahteraan Penyuluh Perikanan.
Sementara itu KKP terus melaksanakan Program yang sudah dilaksanakan antara lain:
1. Meningkatkan produktivitas perikanan dan kelautan
2. Meningkatkan pengembangan Minapolitan di daerah Sentra
3. Meningkatkan pengembangan penganekaragaman produk hasil olahan perikanan.
4. Menekan angka kemiskinan Petani Nelayan terutama di pesisir pantai dengan membangun rumah nelayan, bantuan alat tangkap, bantuan mesin-mesin kapal serta modal.

3. PEMBERIAN PENGHARGAAN
Disebabkan karena Acara Puncak tidak dapat dihadiri oleh Presiden R.I., maka pemberian penghargaan dilakukan oleh Menteri Pertanian atas nama Presiden R.I. pada saat sebelum Acara Puncak yang dilkukan dengan Video Conference.
Acara PEMBERIAN PENGHARGAAN
Tempat 1. Pemberian Satya Lancana Emas Adi Bhakti pada Acara rembug di Gedung PKM, pada tgl 15 Juni 2011,
2. Pemberian penghargaan Tanda Kehormatan RI berupa Satya Lancana dilaksanakan oleh Menteri Pertanian atas nama Presiden RI pada tanggal 22 Juni 2011 di Gedung Pencak Silat.
3. Pemberian penghargaan hadiah lomba-lomba dilaksanakan di setelah selesainya Acara Video Conference dg Presiden
Tanggal 15 dan 22 Juni 2011
Peserta Undangan Video Conference

HASIL KEGIATAN

Pelaksanaan acara pemberian penghargaan berjalan sangat lancar baik di Gedung PKM, maupun pemberian penghargaan Satya Lancana oleh Menteri Pertanian atas nama Presiden RI di gedung Pencak Silat.
Pemberian hadiah bagi pemenang lomba yang disatukan dengan pemberian penghargaan Tanda Kehormatan RI, kurang terkoordinasi secara baik. Perlu diperhatikan dari segi khidmatnya upacara negara.
Tanda penghargaan Tanda Kehormatan R.I. berupa Satya Lancana diterima oleh:
Gubernur sebanyak 6 orang
Bupati/walikota sebanyak 30 orang,
Petani sebanyak 6 orang,
Peneliti sebanyak 2 orang,
BUMN sebanyak 1 orang,
Penyuluh sebanyak 1 orang,
Tokoh sebanyak 1 orang,
Wanita tani sebanyak 1 orang.

Penghargaan dari Menteri Pertanian juga diserahkan kepada 143 orang yang berasal dari Pejabat Negara, PNS pada jabatan fungsional maupun strktural dan masyakat tani.
Pemberian penghargaan akan mendorong masyarakat luas khususnya petani-nelayan untuk berprestasi lebih maju, dan bagi daerah yang menerima penghargaan dapat dipakai sebagai rujukan banch marking bagi kemajuan daerahnya.
4. REMBUG UTAMA KTNA
Acara Rembug Utama KTNA, merupakan kegiatan rembug yang dilakukan oleh perwakilan KTNA seluruh Indonesia menjelang Acara Pembukaan PENAS petani nelayan 2011.
Acara REMBUG UTAMA
Tempat Gedung Putri Karang Melenu, Tenggarong
Tanggal 15 dan 16 Juni 2011
Peserta 700 orang Dari kelompok KTNA Nasional, Provinsi dan Kabupaten se-Indonesia

Kegiatan Rembug Utama adalah sebagai berikut:
1) Pemberian penghargaan oleh Ketua KTNA Nasional,
2) laporan kegiatan dan permasalahan masing-masing provinsi,
3) penyusunan materi temu wicara dengan Presiden,
4) penetapan provinsi calon tuan rumah untuk PENAS XIV .
HASIL KEGIATAN
1. Pemberian 19 Satya Lencana Adhi Bakti Petani Nelayan oleh Pengurus KTNA Nasional KP.59/KTNA-Nas/05/2011 terhadap:
1 orang Gubernur
1 orang Wakil Gubernur
13 orang Bupati
2 orang Wakil Bupati
1 orang Walikota
1 orang petani.
2. Pembacaan Keputusan Pengurus KTNA Nasional KP.59/KTNA-Nas/05/2011 tentang pemberian penghargaan KTNA Nasional sebagai berikut:
Menetapkan dan menganugerahkan, Satya Lencana Adi Bakti Tani Nelayan kepada :
1. Rudi Arifin MM, Gubernur Kalimantan Barat
2. H. P. Chaerul Saleh, Bupati Banjar, Kalimantan Selatan
3. Farid W, Wakil Gubernur Kalimantan Timur
4. Bupati Musi Banyuasin, Bupati Musi Rawas dan Wali Kota Lubuk Linggau Propinsi Sumatera Selatan.
5. Bupati Wurung Raya, Bupati Barito Utara, Bupati Kapuas, Bupati Sukamara, Bupati BaritoTimur, Bupati Gunung Mas Propinsi Kalimantan Tengah.
6. Bupati Kolaka Propinsi Sulawesi Utara
7. Bupati Sintang Propinsi Kalimantan Barat
8. Bupati Tanjung Jabung Barat Propinsi Jambi
9. Wakil Bupati Kutai Kartanegara Propinsi Kalimantan Timur
10. Wakil Bupati Subang Propinsi Jawa barat
11. Bupati Pinrang Propinsi Sulawesi Selatan
12. Mira Petani Sulsel.
Pemberian Penghargaan oleh Ketua KTNA Nasional disaksikan oleh Gubernur Kaltim kepada para penerima penghargaan.
3. Untuk menambah wawasan peserta Rembug Utama diberikan materi dari 4 nara-sumber dari berbagai kalangan dan tokoh yaitu:
Gerakan Membangun Ekonomi Masyarakat ( Drs. Milton Crosby, Bupati Sintang, Kalbar),
Peranan Media dalam Pembangunan Pertanian (Dra. Rosita Niken Widiastuti. MSi- Dirut LPP RRI),
Kemitraan Paket Rasa Indonesia (Ir. M. Soleh. MM- Direktur Inkoptan)
Bioteknologi Untuk Menghadapi Anomali Iklim (Dr. Bambang Purwantara dan Ir. Hery Kristanto).
4. Semua hasil rangkuman materi dari narasumber dan masukan dari setiap provinsi untuk penyempurnaan program kerja KTNA 2012, juga disampaikan kepada pihak pemerintah untuk dipertimbangkan menjadi kebijakan yang menguntungkan bagi usaha tani dan nelayan,
5. Disepakati Jawa Timur sebagai penyelenggara PENAS XIV tahun 2014 yang akan datang, dimana waktu dan pelaksanaannya akan ditentukan kemudian.
6. Disepakati kelompok KTNA tetap menjadi organisasi yang netral dari pengaruh politik praktis, serta tetap mampu menjaga rasa persatuan dan kesatuan dalam memperjuangkan nasib kaumnya, yaitu petani-nelayan.

5. TEMU PROFESI
Acara ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta PENAS XIII tentang organisasi profesi sektor pertanian yang terdiri dari pertanian tanaman pangan, perikanan dan kehutanan. Selain itu bertujuan untuk membangun satu kesatuan korps diantara anggota profesi serta juga untuk membuka peluang kerjasama peserta dan anggota organisasi profesi.
Acara TEMU PROFESI
Tempat 1). Seminar PERHIPTANI dan AMAL PANGAN di Gedung PKM ,
2). Seminar HIPNI di Ruang Pemanasan,
3). Seminar HKTI di Ruang Pencak Silat
4). Seminar INKOPTAN di Ruang Serba Guna
5). Seminar P4S di Ruang Pemanasan
Tanggal 19 – 22 Juni 2011
Peserta Seminar-seminar : HIPNI (201 orang), INKOPTAN (150 orang), HKTI (2.500 orang), PERHIPTANI dan AMAL PANGAN (800 orang), P4S (252 orang), IKAMAJA (180 orang), Dewan Hortikultura (733 orang), dan Seminar Umum (500 orang). Total peserta Temu Profesi berjumlah 5.316 peserta.

HASIL KEGIATAN

Acara Temu Profesi sukses, antusias, menarik, dan tertib. Hal ini terlihat dari jumlah peserta melebihi kapasitas yang direncanakan, karena para pembicara adalah para tokoh profesi.
Kelancaran konsumsi agak terganggu karena jumlah peserta melebihi jumlah konsumsi yang disediakan (hari pertama), setelah panitia mengubah strategi maka hari kedua dan ketiga lancar dan lebih baik.

Para tokoh profesi yang hadir antara lain adalah:
Prof. Dr. Arif Satria (Dekan FEMA IPB)
Prof. Dr. Sulaeman (SEAFAS CENTER)
Dr. Momon Rusmono (Kapusluh Kementan)
Dr. Dadang Warya,
Ir. Suran Noor (Bupati KUTIM)
Mansur A Rasyid (HIPPNI)
Prabowo Subyanto (HKTI)
Muhamad Jafar (Ketua Badan Penasehat KTNA)
Muklis Musirán (IKAMAJA)
Tony J. Kristanto (Advokasi Dewan Horticultura Nasional).
P4S. Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya yang baru muncul didaerah supaya didaftarkan ke Pengurus P4S Pusat dengan mengikuti prosedur yang ada.
Munas dan Fornas P4S dilaksanakan pada tahun 2014 yang juga bersamaan dengan pelaksanaan Penas XIV di Jatim. Pengurus FKP4S Pusat diperpanjang 2 tahun hingga tahun 2014.
IKAMAJA. Pemilihan Ketua Umum dan Pengurus di masing-masing Propinsi sekaligus mengumumkan hasil laporan kerja Pengurus (tahun 2008-2011) kepada seluruh anggota. Memperkokoh hubungan kekeluargaan IKAMAJA dari angkatan pertama hingga angkatan terakhir.
HIPPNI. Rembug Nasional HIPPNI, menentukan Ketua Umum HIPPNI Indonesia dan meningkatkan semangat Petani Muda untuk masa yang akan datang.
SEMINAR UMUM.
Menghasilkan Penjelasan tentang:
1. Kesiapan Indonesia dalam menghadapi Globalisasi Pertanian.
2. Peluang Agribisnis dalam menghadapi Pemanasan Global.
3. Dampak pemanasan global terhadap kondisi Pertanian.

7. TEMU PETANI ASEAN dan JEPANG
Acara Temu Petani ASEAN dan JEPANG dimaksudkan untuk sharing experience serta meningkatkan networking diantara petani Asean dan Jepang dalam pembangunan dan kemajuan bidang pertanian sehingga menambah wawasan para peserta dan sekaligus melihat kemajuan pertanian di Kalimantan Timar.
Acara TEMU PETANI ASEAN dan JEPANG
Tempat Gedung Bela Diri
Tanggal 17-20 Juni 2011
Peserta Jumlah petani ASEAN sebanyak 21 orang. Mereka datang dari Myanmar (2 orang), Thailand (2 orang), Vietnam (2 orang), Malaysia (2 orang), Cambodja ( 3 orang), Brunei Darusallam (4 orang), Jepang ( 5 orang), Lao PDR (3 orang) dan Indonesia ( 3orang).
HASIL KEGIATAN
Acara Temu Petani ASEAN dan Jepang sukses, dan akan lebih sukses manakala para petani ASEAN dan Jepang yang diundang ke PENAS XIII menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi, dan waktu tinggal di Tenggarong sedikit lebih lama untuk menghayati saling menyumbang pengalaman dalam bidang pembangunan pertanian dari negara lain untuk meningkatkan kesejahterasn petani nelayan dan juga melihat dari dekat praktek pertanian di Kaltim
Dalam mengikuti berbagai acara kegiatan PENAS XIII petani nelayan 2011 ini, para tamu merasakan kekurangan waktu dalam menyampaikan pembangunan pertanian dinegara mereka masing-masing termasuk kendala yang dihadapi, sehingga mereka tidak dapat menangkap apa yang telah dilakukan di negara lain. Hal ini juga karena mereka kurang menguasai penggunaan bahasa Inggris.
Acara sharing experience diawali dengan sambutan dari Ka Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM, Kementan , juga Kepala Pusat Kerjasama Luar Negri Kementan, dan pemaparan materi dari Gubernur Kalimantan Timur.
Dirasakan adanya dampak positif adanya temu petani ASEAN dan Jepang dalam hal sharing pengetahuan dan ditingkatkannya networking diantara mereka. Dampak ini akan lebih luas, manakala kegiatan temu petani ASEAN dan Jepang ini sedikti diperpanjang waktunya, baik dalam diskusi maupun kunjungan di lapangan.
7. TEMU SUKSES PETANI NELAYAN dan PENYULUH
Tujuan daripada Temu Sukses Petani Nelayan dan Penyuluh adalah untuk menyamakan persepsi petani nelayan dan penyuluh pertanian dalam rangka untuk meningkatkan produksi dan sekaligus untuk meningkatkan motivasi mereka dalam mendukung program pengembangan agribisnis pertanian, perikanan dan kehutanan. Meningkatkan tukar informasi, komunikasi antara para petani dan penyuluh dalam kontribusi di kegiatan usaha pertanian, perikanan dan kehutanan.
Acara TEMU SUKSES PETANI NELAYAN dan PENYULUH
Tempat Gedung Yudo
Tanggal 21 Juni 2011
Peserta Jumlah peserta 1.000 orang, yang terdiri dari:
1) Petani nelayan sukses perwakilan dari setiap kabupaten/kota seluruh Indonesia masing-masing 1 (satu) orang (455 peserta),
2) Penyuluh sukses perwakilan setiap kabupaten/kota seluruh Indonesia masing-masing 1 (satu) orang (510 peserta),
3) Panitia Penyelenggara Pusat/Prov/Kab.( 35 orang)

Materi Temu Sukses Petani Nelayan dan Penyuluh disampaikan oleh :
Sdr Armain – petani teladan Kaltim
Sdr Suhartoyo – penyuluh teladan, Batang Jawa Tengah
Sdr Ashim Amami – KTNA Kaltim
Sdr. Dr. Rani Mutiara
HASIL KEGIATAN
1) Strategi PERTAMA menuju Petani mandiri sejahtera
Pemberdayaan petani melalui pendidikan, pelatihan dan penyuluhan.
Penguatan kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi pedesaan.
Pengadaan fasilitas sumber pembiayaan /permodalan, subsidi kredit, CSR,
Penyediaan fasilitas untuk mengakses iptek dan informasi.
2) Strategi KEDUA menuju Petani mandiri sejahtera
Perlindungan petani: penetapan harga komoditas, penyediaan saprodi, dsb
Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam m,engentas kemiskinan, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani dan pemb. Ekonomi pedesaan.
Petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian perlu ditingkatkan kemampuan dalam mengelola usaha tani kelembagaan ekonominya,
Pendekatan pembangunan pertanian berbasis agribisnis, berdaya saing.
Kunci Sukses Petani dan Penyuluh adalah keuletan serta kerja keras yang diiringi dengan kesabaran untuk mengusahakan Usaha taninya serta didukung oleh kelembagaan di tingkat petani/kelompok tani yang kuat pula.
8. EXPO AQUACULTURE
Acara Expo Aquaculture dilaksanakan untuk tujuan tukar menukar informasi, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, sehingga lebih memotivasi dalam menerapkan teknologi perikanan yang dikembangkan. Memperagakan metode dan cara pembangunan bidang perikanan, menvisualisasi keberadaan dan potensi kemitraan perikanan di Indonesia.
Acara EXPO AQUACULTURE
Tempat Dilokasi Demplot/Display
Tanggal 18-23 Juni 2011
Peserta KKP, DKP Prov. Kaltim, DKP kab. Kutai Kartanegara

Penggunaan bahan sederhana dan dapat dibuat sendiri kolam/bak terpal untuk budidaya berbagai jenis ikan seperti: ikan Jelawat, Patin, Belida, Lele Dumbo, Gabus, Gurame, Mas, Sidat, Lobster, Udang Galah dan Kepiting.
HASIL PELAKSANAAN
Adanya demplot kolam terpal dan dilengkapi pula dengan pondok informasi yang memberikan penjelasan dan visualisasi lewat tayangan TV dan LCD tentang budidaya perikanan menambah gairah para peserta PENAS XIII untuk secara antusias menanyakan berbagai hal termasuk adanya contoh makanan olahan udang dan ikan seperti : kepiting Soka, ikan asin tipis, kerupuk, serta juga adanya produk PT. Syam Surya Mandiri untuk udang balut tepung torpedo, udang balut tepung butterfly, udang pop corn, udang balut lumpia, lumpia udang, nugget udang dengan brand mark Borneo delight.
9. EXPO AGROFORESTRI
Acara Expo Agroforestri merupakan salah satu kegiatan bidang kemitraan usaha dan jaringan informasi agribisnis serta memberikan informasi tentang keberhasilan pembangun-an kehutanan dengan pendekatan agroforestri.
Acara EXPO AGROFORESTRI
Tempat Di depan Equistrian
Tanggal 18-23 Juni 2011
Peserta Bebagai mitra kerja Dinas Kehutanan Prov. Kaltim

Hasil-hasil pembangunan bidang kehutanan dari berbagai mitra kerja (Dinas Kehutanan Prov. Kaltim, Dinas Kehutanan Kab. Kukar, Balai Besar Penelitian Dipterocarpa, Balai Penelitian Konservasi Semboja, Fahutan UNMUL, Balai Karantina Tanaman Pertanian Kaltim, Forum HHBK Kaltim, Balai Konservasi SDA Kaltim, Balai Pengelolaan DAS Mahakam Berau, Balai Hortikultura Kaltim, APHI Kaltim, APKINDO Kaltim, MPI Kaltim, GTZ-Forclime, BOSF Kaltim, TNC Kaltim, WWF Kaltim, dengan materi:
1) Budidaya Rotan (pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan dan pengolahan)
2) Gaharu (budidaya tanaman penghasil gaharu, teknik inokulasi tanaman penghasil gaharu, proses pengolahan gaharu menjadi minyak dsb).
3) Budidaya lebah madu (pemeliharaan lebah madu, jenis-jenis madu hasil budidaya, jenis-jenis madu Kaltim, pengobatan dengan menggunakan lebah madu)
4) Stand Umum ( pameran pembangunan kehutanan, produk-produk kayu, anggrek Kaltim, jenis-jenis tanaman hutan tropis dataran rendah Kaltim)
HASIL KEGIATAN
Expo Agroforestri mendapat antusias peserta PENAS XIII, diharapkan teknologi yang sudah ditampilkan dapat dikembangkan oleh para paserta yang berminat di masing-masing daerahnya atau masyarakat.
Bahwa hutan tidak saja menyediakan kayu saja, tetapi cukup banyak hasil non kayu yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar hutan, sehingga kehidupan masyarakat sekitar hutan merasakan dampaknya, maka dengan demikian mereka secara tidak langsung ikut melestarikan hutan sebagai sumberdaya alam yang memberikan penghidupan keluarganya. Hubungan yang harmonis antara manusia selaku pemanfaat hasil hutan dengan lingkungan alam sekitarnya harus selalu didasarkan pada pemanfaatan sumberdaya alam hayati yang berorientasi pada kelestarian alam sehingga alam dapat dipertahankan demi anak cucu kita di masa yang akan datang.
10. PENGEMBANGAN PASAR LELANG HASIL PERTANIAN
Pasar Lelang Forward bertujuan untuk mempertemukan secara langsung para penjual (petani, produsen) dan pembeli, sedangkan komoditas yang ditawarkan dapat dilihat dari sampel yang dibawa penjual.
Acara PENGEMBANGAN PASAR LELANG HASIL PERTANIAN
Tempat Hall Gedung Bela Diri
Tanggal 20 dan 21 Juni 2011
Peserta Petani, kelompk tani, produsen, dan pedagang yang berasal dari Kaltim dan luar Kaltim.

Jenis Komoditi yang ditawarkan dalam Pasar lelang Forward tersebut adalah:
 Komoditas beras dari Sulawesi Selatan,
 Komoditas jagung pipilan dan terasi dari NTB
 Keripik Nenas dan Nugget ikan Patin dari Kabupaten Kampar – Riau.
 Komoditas Abon Ikan dari Sulawesi barat,
 Komoditas Bibit Pohon Rambutan dari Kalimantan Selatan,
 Gula Merah, sarung Samarinda, kerajian Manik dari Kalimantan Timur
Peserta yang berpartsipasi adalah para petani, kelompok tani, produsen, pedagang besar berasal dari dalam dan luar Kaltim antara lain dari: DKI Jakarta, Jatim, Jabar, NTB, NTT, Sulsel, Sulbar, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kalsel, Kalbar dan Gorontalo.
HASIL KEGIATAN
Transaksi yang terjadi dan berhasil mencapai nilai Rp. 24.721.920.000,- terdiri dari:

No Komoditas Volume/jumlah/berat Nilai (Rp)
1 Beras 2.002 ton 10.994.312.500,-
2 Jagung pipilan 5.000 ton 13.500.000.000,-
3 Abon Ikan 200 kg 23.000.000,-
4 Terasi 2.500 kg 15.000.000,-
5 Bibit pohon rambutan 100 bibit 4.000.000,-
6 Gula Merah 15 bungkus 232.500,-
7 Sarung Samarinda 1 paket 184.000.000,-
8 Kerajinan Manik-manik 20 buah 1.375.000,-
JUMLAH Rp. 24.721.920.000,-

11. EXPO DAN KONTES PETERNAKAN NASIONAL
Expo dan Kontes Peternakan Nasional ditujukan untuk memperkenalkan Sumberdaya Genetik (SDG) yang dimiliki daerah, untuk menstimulan masyarakat supaya peduli terhadap SDG, memetakan daerah potensial untuk mengembankan SGD Hewan serta mengapresiasi daerah yang telah mempromosikan SGD hewan yang dimilikinya.
Acara EXPO DAN KONTES PETERNAKAN NASIONAL
Tempat Outdoor Equistrian, Kompleks Display Pertanian, Stadion Aji Imbut
Tanggal 18-23 Juni 2011
Peserta 1. Expo peternakan nasional oleh 33 provinsi
2. Kontes ternak 7 kabupaten/kota dari Kaltim
3. Lomba burung berkicau oleh pecinta burung berkicau

HASIL KEGIATAN
Dengan adanya kontes ternak ternyata jenis ternak yang mendapat perhatian bagi peternak dan pengunjung adalah jenis ternak sapi hasil kawin buatan IB yang terlihat memiliki pertumbuhan yang sanagat baik.
Sistim pengembangbiakan buatan IB (Inseminasi Buatan) perlu dikembangkan di daerah-dareh terutama yang kurang mempunyai ketersediaan induk Pejantan dan Teknologinya perlu disosialisasikan ke petani/kelompok tani sehingga dapat memacu peningkatan hasil ternak di daerah.
Juara Lomba Ternak untuk berbagai kategori adalah sebagai berikut:
1. Lomba Pengelolaan Sumberdaya Genetik (SGD).
Juara I: Jawa Barat Juara II: Kalsel Juara III: Bali,
Juara harapan I: Jawa Timur Juara harapan II: Jawa Tengah.
2. Lomba Promosi Ternak
Juara I: Sulsel Juara II: Sumsel Juara III: Kaltim
Juara harapan I: Sumbar Juara harapan II: N. Aceh Darusallam.
3. Lomba Stand Expo
Juara I: Sumut Juara II: Papua Barat Juara III: BPTU Pleihari
Juara harapan I: Maluku Utara.
4. Lomba Burung:
Kacer (pemilik Sofyan), Cucakijo (Lukman), Murai Borneo (Andri), Cendet (Has SF), Love Bird ( Yolanda) dan Kenari (Yusri).
12. PAMERAN PEMBANGUNAN NASIONAL
Acara Pameran Pembangunan Nasional ini bertema Melalui Pemberdayaan Petani Nelayan Dan Penguasaan Teknologi Tepat Guna, Kita Kembangkan Daya Saing Perekonomian Nasional Dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Petani Nelayan.
Acara ini dalam jangka pendek mempunyai sasaran pemberdayaan petani nelayan lewat penguasaan teknologi tepat guna dan untuk jangka panjang adalah menjaring pelaku usaha /investor Luar Negeri dan Dalam Negeri untuk mau masuk ke sektor agribisnis di tanah air serta menciptakan pasar terhadap produk-produk unggulan agribisnis dari berbagai daerah
Acara PAMERAN PEMBANGUNAN NASIONAL
Tempat Lapangan Panahan Aji Imbut (Tenda PT. FERACO)
Tanggal 18-23 Juni 2011
Peserta 525 Stand

Jenis – jenis materi yang di pamerkan antara lain:
 Sarana produksi dibidang pertanian (benih, pupuk dan obat-obatan) oleh berbagai perusahaan bidang pertanian,
 Produk-produk serta teknologi terkini yang dibawakan oleh Provinsi/Kab/Kota, sebagai produk spesifik lokasi (Agri culture, Aqu culture, Agroforestri, Peternakan, perkebunan, hortikultura, dsb)
 Produk kerajinan lokal spesifik daerah, UKM terkait.
13. TEMU USAHA AGRIBISNIS
Tujuan dari acara ini tidak lain adalah memberikan kesempatan kepada petani nelayan sebagai produsen komoditas pertanian, baik dalam skala peorangan ataupun kelompok untuk mempromosikan secara langsung komoditas pertaniannya atau olahannya kepada para pengusaha dibidang pertanian. Sebagai penyedia wahana pertukaran informasi di bidang hasil-hasil pertanian antara petani nelayan dengan pengusaha pertanian. Juga sebagai peluang kerjasama dibidang pemasaran hasil untuk mengembangkan sistem agribisnis dan agroindustri yang saling menguntungkan.
Acara TEMU USAHA AGRIBISNIS
Tempat Gedung Bela Diri, Ruang Pemanasan I, II dan III
Tanggal 18-21 Juni 2011
Peserta Membludak, melebihi kapasitas yang direncanakan, dan akibatnya konsumsi tak mencukupi. Diharapkan pada PENAS XIV menyediakan ruang Temu Bisnis mampu menampung 1.000 peserta, dengan waktu yang cukup.
HASIL KEGIATAN
1. Temu Usaha Agribisnis Bidang Tanaman pangan
Perpadian : Ditjen Tanaman Pangan, PT.Pertani, PERPADI
Jagung : Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (Sudirman), Dewan Jagung Nasional/SIERAD (Anton Supit),
Kedelai : Dewan Kedelai Nasional (Beni Kusbini)
Program Kemitraan PT Pertani adalah
Prinsip : Product, Price, Place dan Promotion.
Proses : Cosument-Farm, Hervesting, drying,Storage, Milling, Finishing, Packagging.
Tujuan : Meningkatkan Produktifitas dan pendapatan petani serta menjamin adanya beras dan penmpungan hasil panen.
Pembiayaan : KKP-E, LPDP, Pemerintah
Dengan Program Kemitraan PT Indotani dapat meningkatkan produktifitas dan pendapatan petanidan menjamin ketersediaan beras serta pemasaran hasil denga harga yang bersaing.
2. Temu Usaha Agribisnis Bidang Hortikultura
Tanaman Buah : Ditjen Hortikultura , PT. Mulia Raya (Rully Hardiansyah)
Tanaman Obat : Ditjen Hortikultura, PT. Mahkota Dewa (Ning Hermanto)
Tanaman Sayuran : Ditjen Hortikultura, CV. Bimandiri Bandung (Sandredo)
Membangun kerjasama dengan pasar modern untuk menampung hasil dari pertanian yang memenuhi syarat :
 Kualitas yang buah atau sayuran besar, baik dan prima serta seragam
 Harga dapat bersaing serta inovatif
 Kebun diolah dengan standar sertifikasi internasional.
3. Temu Usaha Agribisnis Bidang Perkebunan
Sosialisasi Penjualan Bibit Kelapa Sawit bermutu dan bersertifikat : Ditjen
Perkebunan, Bina Sawit Makmur, Sistem Pemasaran Kakao dengan Pola Kemitraan. Ditjen Perkebunan, PT.Sumber Kakao Prima ( Achmad mangga Barani), Sosialisasi Penjualan Bibit Karet bermutu dan bersertifikat: Ditjen Perkebunan, Puslit Karet dan Sistem Pemasaran Kopi dan Pola Kemitraan: Ditjen Perkebunan, PT.Indocom Citra Persada.
Karet merupakan salah satu komoditas perkebunan yang penting bagi Indonesia, baik sebagai penghasil Devisa, penyedia lapangan kerja dan juga berfungsi sebagai pelestarian lingkungan hidup. Untuk itu dianjurkan kepada petani Karet untuk menggunakan klon-klon yang dianjurkan oleh Puslit Perkebunan.
Klon yang dianjurkan antara lain:
• Klon Penghasil Lateks: IRR 104, IRR112, IRR 118.
• Klon Penghasil Lateks dan Kayu terdiri dari : IRR 5, IRR 39 IRR 42, IRR.
• Klon untuk batang bawah dianjurkan GT1, PR 255, dan PR 300.
4. Temu Usaha Agribisnis Bidang Peternakan
 Pola pemasaran Sapi: Ditjen Peternakan, Forum Peternak sapi Indonesia

 Pola Pemasaran Unggas Lokal: Ditjen Peternakan, Himpunan Peternak Unggas Lokal, BPTU Pelaihari

 Pola Pemasaran Kambing dan Domba : Ditjen Peternakan, Himpunan Peternak Kambing dan Domba Indonesia (Bryan).
5. Temu Usaha Agribisnis Bidang Perikanan-Kelautan
Kiat Suskses Bisnis Ikan Pepuyu: Ditjen Perikanan Budidaya, Pelaku Usaha (Endang Muji Utami),
Kiat Bisnis Patin di Kalsel : Ditjen Perikanan Budidaya, Petani Ikan Patin (Hamidan, kalsel),
Kiat Sukses Bisnis Lele: Ditjen Perikanan Budidaya, Pelaku Usaha (Kristinah Haryani, Jateng).
Kiat Sukses Bisnis Sidat : Ditjen Perikanan Budidaya, Pelaku Usaha (Syamsul Huda, Samarinda).
Ikan Sidat adalah ikan laut yang apabila bertelur, lalu menetaskan anakannya akan menepi ke muara dan menetap hingga dewasa di sungai. Ikan ini mempunyai nilai protein melebihi ikan-ikan lainnya seperti belut, kakap, tongkol dan lain-lain. Sidat mempunyai peluang pasar ekspor yang besar untuk di pasarkan ke Cina, Jepang dan Amerika. Ikan ini bisa dibudidayakan di kolam dan Keramba Jaring Apung.
HASIL TEMU USAHA
MOU/Nota Kesepahaman antara petani-nelayan dengan Pelaku Usaha telah terjadi sebanyak 60 buah dengan nilai transaksi mencapai Rp.46.043.405.000,-
Kontak Bisnis. Telah terjadi antara petani-nelayan dengan Pelaku Usaha, meskipun belum diketahui besarnya nilai transaksi yang terjadi, akan ditindak lanjuti setelah PENAS XIII selesai dan akan ditindak lanjuti melalui Gapoktan dan Koptan.
Kontak Bisnis Perikanan telah terjadi antara petani-nelayan dengan Pelaku Usaha, dengan permintaan dalam satu triwulan ke depan dengan nilia transaksi sebesar
Rp. 3.820.000.000,- dengan rincian :
– Sidat dengan nilai transaksi Rp.270.000.000,-
– Patin dengan nilai transaksi Rp. 2.250.000.000,-
– Pepuyu dengan nilia transaksi Rp. 300.000.000,-
– Lele dengan nilia trnasaksi Rp.1.000.000.000,-

Secara keseluruhan nilai transaksi pada MOU dan Kontak Bisnis pada Temu Usaha Agribisnis yang terjadi dan akan ditindak lanjuti dalam 3 bulan kedepan adalah sebesar Rp. 49.863.405.000,-

14. LOMBA STAND
Acara ini dilakukan untuk menilai stand pameran yang meliputi pelayanan informasi, keserasian dalam penyajian comoditas, dekorasi, kerapian dan kebersihan. Lomba Stand ini diharapkan untuk mendorong agar pengelolaan setiap stand berjalan baik, bersi, indah dan menyenangkan.
Acara LOMBA STAND
Tempat Arena Pameran Stand yang dibuat PT. FERACO (ada 400 ruang stand)
Tanggal 19-21 Juni 2011
Peserta 375 peserta

Kategori Stand :
1) Gelar Agribisnis (tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Peternakan, Pengolahan dan Pemasaran hasil Pertanian,
2) Gelar Agromina
3) Gelar Agroforestri dan Umum
Materi Penilaian Lomba Stand
1) Penyajian Materi,
2) Penataan Ruang,
3) Kebersihan Stand,
4) Pelayanan Pemandu,
5) Jumlah pengunjung Stand pameran
Juri Lomba Stand
1) Untuk gelar Agribisnis dan Agromina terdiri dari 3 orang berasal dari Kementerian pertanian dan 2 orang dari Panitia Seksi Lomba Stand,
2) Untuk gelar Agroforestri dan Umum oleh Panitia setempat.

HASIL KEGIATAN
LOMBA STAND JUARA
I II III
Gelar Agromina Kementrian KP Dinas KP Sulteng Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kampar-Riau
Agroforestri Pemkab Lombok Barat KemenHut Pemkab Muara Enim
Agribisnis Tan.Pangan Distan Prov.Kaltim Dinas KP Prov.Bali Distan Prov. Papua
Agribisnis Hortikutlura Prov. Sulut KTNA~Parigi Moutong Sulteng Pemkab. Simalungun
Agribisnis Perkebunan Disbun Prov.Kaltim Disbun Prov. NTB Disbun Prov. Sulbar
Agribisnis Peternakan Disnak Prov. Kalsel Disnak Prov. Sumsel Distannakhut kab. Cirebon
Agribisnis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian Pemprov Jabar Prov. Jatim KTNA Prov. Sulsel
Stand Favorit tingkat Provinsi Disbun Prov. Kaltim Disbun Prov. Sumut Prov. Jawa Timar
Atand Favorit tingkat Kabupaten/Kota PemKab. Kukar Pemkot Samarinda Pemkab. Kutim

15. PENGEMBANGAN JARINGAN INFORMASI AGRIBISNIS
Acara ini dimaksudkan agar petani nelayan dan penyuluh pertanian mengenal Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam mencari sumber-sumber informasi Agribisnis dan Teknologi Pertanian. Dapat melakukan akses internet untuk mendapatkan informasi pasar melalui kontak bisnis. Sebagai media informasi dan komunikasi untuk petani nelayan dan penyuluh pertanian dan peneliti untuk memenuhi keperluan petani dalam menghadapi perkembangan ekonomi global.
Acara PENGEMBANGAN JARINGAN INFORMASI AGRIBISNIS
Tempat Ruang VIP Gedung Bela Diri Velodrome
Tanggal 18-20 Juni 2011
Peserta 395 orang peserta dibagi dalam Klas pagi,siang dan sekali malam, dimana tiap kegiatan hanya dapat memuat rata-rata 40 orang (untuk sekali malam hanya 17 orang peserta)

Pada Kegiatan tersebut disediakan 40 tempat duduk bagi peserta dengan fasilitas:
– 40 komputer – 2 printer
– 2 laptop – Buku panduan
– Leaflet – Mobil Community Access Point ( M-CAP)
– Buku materi pelatihan dan CD mandiri
– CD e-Petani dan Tutorial Microsoft Office 2007
– Tas dg logo PENAS XIII

HASIL KEGIATAN
Setiap Peserta Pelatihan tentang Pengembangan Jaringan Informasi Bisnis akan memperoleh pengetahuan tentang:
– Pengenalan Dasar komputer.
– Pengenalan Dasar Internet
– Menggunakan Internet untuk Media Promosi di bidang Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Peternakan,dan Kehutanan.
– Mengenal E-Mail dan cara menggunakannya.
Kegunaan Internet:
1. Internet merupakan sumber informasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
2. Internet merupakan sarana informasi agribisnis
3. KTNA dan Penyuluh diharapkan dapat mengakses internet untuk meng-Up-date informasi terbaru.

Para petani nelayan yang telah mendapatkan pelatihan sudah dapat menggunakan komputer dan internet , dan dapat mengetahui harga pasar produk pertanian secara up to date.
16. GELAR dan TEMU TEKNOLOGI
Acara Gelar Teknologi dimaksudkan untuk menampilkan budidaya berbagai komoditas pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan yang merupakan hasil inovasi teknologi oleh beberapa Pusat Penelitian dan Pengembangan di lingkup Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta juga hasil penerapan teknologi oleh berbagai instansi pemerintah di Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Temu Teknologi merupakan forum pertemuan antara petani nelayan dengan para peneliti, penyuluh dan pejabat fungsional lainnya untuk saling tukar informasi dan pengalaman mengenai keberhasilan penerapan suatu teknologi budidaya, pasca panen dan pengolahan hasil.

Acara GELAR dan TEMU TEKNOLOGI
Tempat Gelar dan Temu teknologi dilaksanakan di dua (2) lokasi, yaitu:
1) Gelar Teknologi dilaksanakan di lokasi Display/Demplot,
2) Temu teknologi dilaksanakan di gedung Serba Guna dan Ruang Pemanasan-4
Tanggal 18-21 Juni 2011
Peserta Gelar Teknologi dengan luas areal 27 ha, dengan peserta:
1) Demplot Pertanian tanaman pangan ( Distan Prov. Kaltim)
2) Demplot Perkebunan (Disbun Prov.Kaltim)
3) Demplot Peternakan (Disnak Prov. Kaltim)
4) Demplot kelautan dan Perikanan (Dis KP, Prov. Kaltim)
5) Demplot Balitbangda Prov. Kaltim
6) Demplot Balitbangda Kab. Kukar
7) Demplot Balitbang Kementan
8) Demplot Swasta (PT,Syngenta, PT. Petro Kimia, PT. Tanindo, PT. Sang Hiyang Sri, PT. Pertani, KTNA , HKTI)
Temu Teknologi
Balai Besar Pasca Panen, para petani nelayan, penyuluh, dan dosen.

Gelar dan Temu Teknologi terbagi menjadi 2 sesion yaitu:

1. Gelar Teknologi
Budidaya tanaman pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan yang digelar baik yang berasal dari Balitbang Kementan, SKPD-SKPD pertanian propinsi Kalimantan Timur maupun juga dari kabupaten Kutai Kartanegara telah memasukkan berbagai komponen teknologi dan inovasi baru dibidang pertanian. Hal ini merupakan informasi baru bagi para petani-nelayan yang datang dari seluruh pelosok tanah air.
Adanya varietas-varietas baru padi sawah, padi ladang, padi rawa, varietas-varietas baru jagung hibrida, varietas baru berbagai jenis kedelai, cabe, sayuran yang semua sedang dalam kondisi berbuah/bulir/tongkol/berbunga. Sehingga betul-betul petani melihat kenyataan kemajuan teknologi di bidang pertanian.
2. Temu Teknologi
Temu Teknologi (I)
Dilaksanakan di ruang Serba Guna, pada tanggal 20 Juni 2011, dari jam 09.00-14.00 WITA. Materi yang disajikan adalah:
Teknologi pengendalian penyakit ternak (Balitbang Pertanian/BB Veteriner),
Kalender Tanam (Balitbang Pertanian/BBSDLP),
Teknologi Pengurangan kehilangan hasil padi (BB Pasca Panen),
Hermetik Kantung Semar (KTNA).
Teknologi pengolahan rumput laut (DKP),
Teknologi budidaya perikanan sistem aquaponik (DKP)
Temu teknologi (II)
Dilaksanakan di ruang Pemanasan-4, tanggal 21 Juni 2011 acara dimulai pada jam 14.30 -17.00. Materi yang disajikan:
Teknologi pembuatan beras dari tepung singkong (KTNA PPU),
PTT padi sawah (BPTP Kaltim)
Beralih ke pertanian organik (Irwan Margono)
Peserta sangat antusias sedangkan jumlah tempat duduk hanya 150 orang, oleh sebab itu sebagian peserta berdiri. Tanya jawab berlangsung intens.
Baik Gelar Teknologi maupun Temu Teknologi dirasakan manfaatnya oleh para peserta yang ikut dalam Temu Teknologi, juga melihat dari segi kenyataan aplikasi teknologi pertanian di lapangan (dsiplay) maupun dari pemaparan lewat kertas pemateri.
17. TEMU KARYA
Acara Temu Karya merupakan pertemuan antar kontak tani-nelayan untuk saling tukar menukar pengalaman dalam rangka mengembangkan usahataninya dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta kemampuan dalam menyampaikan gagasan atau pengalaman kepada orang lain sehingga dapat tumbuh kepercayaan dan kemampun untuk lebih dapat memacu diri dalam menerapkan teknologi yang dikembangkan. Demikian juga Temu Karya dimaksudkan untuk penggalian local wisdom ataupun juga indigenous knowledge terhadap inovasi teknologi untuk memcahkan masalah ditingkat petani. Kearifan lokal telah terbukti sinkron dengan lingkungan setempat dimana ia dikembangkan.
Acara TEMU KARYA
Tempat Ruang Pemanasan -4
Tanggal 19-21 Juni 2011
Peserta 240 orang aktif berasal dari 33 provinsi. Tiap provinsi mengirimkan 5 orang (2 orang petani-nelayan/KTNA sebagai penyaji materi dan 3 orang peserta lain.

Setiap Penyaji dinilai oleh 3 orang evaluator/penilai dengan kriteria :
a) relevansi topik dengan PENAS XIII petani-nelayan 2011
b) kreativitas/kebaruan jenis materi dalam bentu inovasi teknologi/rekayasa teknologi/adopsi teknologi,
c) dampak materi dalam bentuk tepat guna dan ekonomis dilaksanakan,
d) teknik penyajian dan penguasaan materi.

HASIL KEGIATAN
Hasil penilaian narasumber adalah sebagai berikut:
A. Juara Lomba

JUARA NAMA TOPIK
I H.Darwis / KTNA Kota Samarinda Pengendalian hama PBK dengan Sarungisasi buah Kakao di Kec. Samarinda Utara
II Marioto / Prov. Sumut Pembuatan pupuk organik menggunakan bahan dasar keong mas.
III Sunarman / KTNA kab. Manukwari. Pemanfaatan tanaman spesifik Lokasl sebagai pestisida organik
IV Ali Imron / KTNA Banyuwangi Budidaya Melon Non Konventional

B. Juara Favorit

JUARA NAMA TOPIK
I Suhadi/KTNA`Rejang Lebong Teknologi usaha Pembibitan Kol Bunga
II Ruben Lokobal / KTNA Kab. Jayawijaya Pengalaman Pengembangan Kearifan Lokal Suku dani menjadi Teknologi Mina Wen Hipere
III Agfar / KTNA Kab. Donggala Alat pemupuk sisitem larikan pada budidaya Bawang merah Lokal Palu
IV Darmawan / KTNA Kab. Sleman Optimalisasi polen (bunga jantan) dalam rangka produksi Salak Pondoh sepanjang tahun.
18. STUDI BANDING dan WIDYAWISATA
Tujuan Studi Banding dan Widya Wisata adalah untuk memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan para peserta Studi Banding dan Widyawisata tentang budidaya, agribisnis berbagai komoditas pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan serta kehutanan dalam berbagai aspek inovasi teknologi yang diterapkan serta lingkungan hidup yang berbeda.
Acara STUDI BANDING dan WIDYA WISATA
Tempat 1) Zona I. Museum Mulawarman.Kutai kartanegara – P4S Bumi Hijau Lestari Teluk Dalam-Pertanian Terpadu ex Tambang Batubara Teluk Dalam-Islamic Center Samarinda
2) Zona II. Museum Mulawarman Kutai Kartanegara-BBI Horti Loa Janan-Integrasi Sapi Kelapa Sawit Semboja-Farm Estate Bumi Senyiur Loa Janan- slamic Center Samarinda
3) Zona III. Museum Mulawarman Kutai Kartanegara-Integrasi Vanili dan Gaharu (Kebun Percontohan UNMUL Samarinda)-RPU kab. Kutai Kartanegara teluk Dalam-P4S Bumi Hijau Lestari Teluk Dalam- Islamic Center.
Tanggal 21 Juni 2011
Peserta Zona I sebanyak 137 peserta, Zona II sebanyak 140 peserta dan Zona III sebanyak 135 peserta (Total 412 peserta) ditambah 14 orang peesrta dari Kab. Malinau dan 20 orang dari Kab.Kubar dengan kendaraan sendiri.

19. PERAGAAN, UNJUK TANGKAS dan ASAH TERAMPIL
Tujuan Peragaan, Unjuk Tangkas dan Asah Terampil adalah untuk memahami secara utuh suatu teknologi baru dibidang pertanian, perikanan dan kehutanan, yaitu dengan cara peragaan ketangkasan dan keterampilan sesuai dengan spesifik lokalita peserta. Bahwa peragaan ketrampilan dan ketangkasan tidak saja diperlukan oleh petani nelayan, tetapi juga pengetahuan yang luas dan memadai diperlukan untuk mendukung kemampuan intelektual petani nelayan dalam Agribisnis di Era Globalisasi saat kini.
Acara PERAGAAN, UNJUK TANGKAS dan ASAH TERAMPIL
Tempat Equistrian
Tanggal 19-21 Juni 2011
Peserta 1) Peragaan : setiap provinsi mengirimkan 3 wakil sebagai penonton
2) Unjuk tangkas: setiap propinsi mengirimkan 6 orang untuk menjadi peserta : – 2 orang petani-nelayan dewasa, 2 orang wanita petani-nelayan dan 2 orang pemuda petani-nelayan
3) Asah terampil: setiap propinsi mengirimkan maksimal 2 tim, masing-masing terdiri dari 5 orang yang merupakan Juara Asah terampil dari provinsi yang bersangkutan.

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan:
1. Peragaan
Pembuatan Kopi Luwak
Top Working Tanaman Buah
Pembuatan Obat Herbal
Pengolahan Hasil Perikanan
Pangan Alternatif “Beras Singkong”
Pembuatan Agensi Hayati Dan Biopestisida
Bandeng Cabut Duri
Pendeteksian Formalin Dengan Antilin
Sistem Resirkulasi Budidaya Lele

2. Unjuk Tangkas
 Mengkompokkan Benih Anggrek Dari Botol
 Mengikat Kepiting
 Manjurai Mata Jaring
 Mengupas, Membelah Dan Mencukil Kelapa Untuk Kopra
 Memipil Jagung
 Memilih Jenia Kelamin Anak Itik
3. Asah Terampil
Penyisian (66 Regu)
Semi Final
Final (6 Regu Finalis)
JURI: Juri untuk setiap jenis kegiatan Unjuk Tangkas berbeda dan terdiri dari 3 orang, sedangkan untuk kegiatan Asah Terampil terdiri dari 5 orang.
Hasil penilaian para Juri untuk UNJUK TANGKAS adalah sebagai berikut:
NO UNJUK TANGKAS JUARA JUARA HARAPAN
I II III I II III
1 Mengikat Kepiting DKI Jakarta SulSel Kaltim SumSel DI Yogya Jateng
2 Memipil Jagung Katim Sumut NTT Jabar SulBar DKI Jakarta
Memilih jenis kelamin anak itik SulSel DI Yogya DKI Jakarta Jambi Kep.Riau SulTeng
3 Menjurai mata jaring Kaltim SumSel DKI Jakarta Sumut Jabar Jambi
4 Mengompotkan benih anggrek dalam botol Kaltim Papua DKI Jakarta SumSel NTB Jabar
5 Mengupas,membelah, mencukil kelapa Jambi Papua Riau SulTeng NTB Kaltim
A. LOMBA UNJUK TANGKAS

JUARA PROVINSI MEDALI
EMAS PERAK PERUNGGU
JUARA UMUM I Kalimantan Timur 3 – 1
JUARA UMUM II Sulawesi Selatan 1 1 –
JUARA UMUM III DKI Jakarta 1 – 3

B. LOMBA ASAH TERAMPIL

Tim Lomba Asah Terampil dari Propinsi Riau tampil 2 Regu yaitu: Riau I dan Riau II
RIAU I, terdiri dari peserta yang berasal dari Kabupaten Kampar yaitu:
– YULIZAR, Juru Bicara
– SUHAIMI, Sebelah Kanan
– ASTI, Sebelah Kiri
– HASAN BASRI, Belakang Kiri
– PURWONO, Belakang Kanan
RIAU II, terdiri dari peserta yang berisikan kumpulan Juara dari berbagai Kabupaten/Kota hasil seleksi Pekan Daerah Propinsi Riau yang dilaksanakan di Kab. Siak tahun 2010 lalu.
Hasil yang dicapai pada Lomba Asah Terampil dari Propinsi Riau adalah sebagai berikut: Regu RIAU II, gugur di babak awal penyisihan Grup. Sedangkan Regu RIAU I berhasil maju hingga ke Babak Semifinal.
Hasil penilaian para Juri untuk LOMBA ASAH TERAMPIL adalah sebagai berikut:

NO JUARA PROVINSI NILAI
1 I Kaltim 65
2 II Banten 60
3 III Sumatra Utara 60
4 Harapan I Sulawesi Utara 45
5 II Bali 35

20. KARYA WIRA USAHA PETANI NELAYAN
Acara ini dimaksudkan agar peserta mendapat pengetahuan dan wawasan dari para petani nelayan yang berhasil dalam karya wira usahanya. Dalam hal tersebut para peserta dapat bertukar informasi dan pengalaman dengan mereka yang sukses untuk memperoleh masukan inovási baru ataupun pengalaman dalam agribisnis.
Acara KARYA WIRAUSAHA PETANI NELAYAN
Tempat Ruang Pemanasan-3
Tanggal 21-22 Juni 2011
Peserta Direncanakan: 282 orang (165 dari 33 provinsi, 33 orang pendamping dari setiap prov, penyaji 12 orang, moderator 6 orang, narasumber 6 orang, asosiasi,pengamat dan peneliti masing-masing 6 orang, perbankan 4 orang, Pan. Pusat 10 orang Pan. Prov.22 orang dan Pan. Kab. 6 orang).
Kenyataannya jumlah peserta 300 orang pada setiap sesi dan belum termasuk pihak panitia. Sehingga bila ditoal selama 2 hari kegiatan jumlah total peserta lebih dari 1200 orang

Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Kelautan Dan Perikanan masing-masing 2 (dua) topik, sedangkan untuk peternakan hanya 1 (satu) topik, sehingga totalnya ada 9 topik, dimana 4 diantaranya berasal dari peserta Kalimantan Timur.
HASIL KEGIATAN
Pelaksanaan dilakukan selama dua hari, yaitu hari pertama 2 sesi (bidang Perkebunan dan hortikultura) dan hari kedua 2 sesi (Kelautan dan perikanan, peternakan dan tanaman pangan).
Kiat Membuat Pakan Ternak Itik
Pakan Ternak Itik dari limbah rumah tangga dan hijauan dapat dibuat dengan bahan sebagai berikut:
Bahan : Jagung/Menir Beras/Gaplek, Dedak, Onggok, Ikan/Keong dan Hijauan
Proses: Penggilingan Pakan, Pencampuran, Pencetakan dan Pengeringan.
Dengan membuat Pakan dengan memanfaatka limbah rumah tangga dan hijauan akan dapat menekan biaya produksi (pakan itik murah) sehingga dapat menigkatkan keuntungan petani.
Kegiatan Karya Wirausaha petani-nelayan akan memberikan penambahan wawasan dan ilmu pengetahuan bagi para peserta, saling tukar menukar informasi, dan malahan salah seorang Wirausaha Agribisnis Melon memberi kesempatan kepada 65 orang untuk pelatihan agribisnis melon di Karanganyar, Jateng (Mulyono Herlambang). Adanya peserta yang melanjutkan pembicaraan dengan penyaji setelah pertemuan selesai.
21. KARYA AGROFORESTRI
Acara ini adalah kegiatan partisipatif yang dilaksanakan secara bersama-sama antara peserta PENAS XIII dengan masyarakat setempat guna mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam, pelestarian lingkungan serta usaha tani tanpa limbah, penanaman pohon dan gerakan hemat air.
Acara KARYA AGROFORESTRI
Tempat 4. Waduk Panji Sukarame, Tenggarong seluas 4 ha
5. Kebun Raya UNMUL Lempake , Samarinda seluas 1 ha
Tanggal 21 Juni 2011 jam 09.00 sampai selesai. Brangkat dari depan Kantor Bupati Kutai Kartanegara
Peserta 260 orang (163 orang dari 21 Provinsi, 97 orang dari masyarakat sekitar, panitia Provinsi, Panitia Kab. Kukar, Unsur TNI.
Undangan: Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan, Kementerian Kehutanan, Ketua Himpunan Pelestarian Hutan Andalan, Kementerian Pertanian.

Kegiatan Karya Agroforestry diisi dengan berbagai kegiatan antara lain dengan Kegiatan Penanaman Pohon. Bibit pohon untuk Arboretrum berasal dari : 16 Kontingen Provinsi sebanyak 935 bibit pohon dengan 51 jenis tanaman. Dari panitia menyediakan 1.450 bibit pohon dengan 4 jenis tanaman (Lei sebanyak 500 bibit, Gaharu 500 bibit, Ulin 250 bibit, dan Sungkai 200 bibit).
Dari jumlah bibit pohon yang dibawa Kontingan telah ditanam sebanyak 768 bibit pohon, dan yang berasal dari Panitia telah ditanam sebanyak 816 bibit pohon. Adapun sisa bibit pohon yaqng dibawa masing-masing Kontingen dan Panitia diserahkan ke Kebun raya UNMUL di Lempake untuk Pengkayaan (enrichment) di Hutan Lempake.
22. OLAH RAGA dan KEAKRABAN
Acara ini dimaksudkan untuk memeriahkan Acara PWNAS XIII petani-nelayan 2011, dimana untuk mendukung keberhasilan acara tersebut dilakukan kegiatan pertandingan Olah Raga dan permainan keakraban. Kegiatan Olah Raga didiharapkan untuk meningkatkan dan menjaga kualitas kesehatan bagi peserta selama mengikuti acara-acara Penas dan sekaligus mempererat persahabatan antar peserta.
Acara OLAH RAGA dan KEAKRABAN
Tempat Kompleks Stadion Madya Aji Imbut
Tanggal 19-21 Juni 2011
Peserta Wakil dari provinsi

Kegiatan Olahraga dan Keakraban diisi dengan berbagai kegiatan antara lain:
1. Permainan Hadang :
Diikuti 13 provinsi dengan pemenang berturut-turut:
Juara I. Lampung Juara II. NTB Juara III. Gorontalo.
2. Senam Kesegaran Jasmani:
Diikuti oleh 8 provinsi, dengan pemenang berturut-turut
Juara I. DKI Jakarta Juara II. Maluku Utara Juara III. Papua.
3. Balap Karung :
Diikuti oleh 24 provinsi, dengan pemenang berturut-turut:
a. Kelompok Putra:
Juara I. Lampung Juara II. Jawa Tengah Juara III. Sul. Tenggara
b. Kelompok Putri:
Juara I. Bali Juara II. Sumatra Selatan Juara III. Sum. Utara
4. Tarik Tambang:
c. Diikuti oleh 22 provinsi (putra) dan 16 provinsi (putri), dengan pemenang sebagai berikut:
a. Kelompok Putra:
Juara I. Bali Juara II. Sumatra Utara Juara III. Sum Selatan
b. Kelompok Putri:
Juara I. Papua Juara II. Jawa Tengah Juara III. Sumatra Utara.
5. Terompah:
Diikuti oleh putra dan putri dari 14 propinsi, pemenang masing-masing untuk:
a. Kelompok Putra:
Juara I. Jambi Juara II. Lampung Juara III. Sum. Selatan
b. Kelompok Putri:
Juara I. Sul. Utara Juara II. Kal. Barat Juara III. Sum. Utara.
6. Gebuk Bantal:
Diikuti oleh 23 provinsi untuk putra dan 23 provinsi pula untuk putri, dengan pemenang masing-masing untuk
a. Kelompok Putra:
Juara I. NTT Juara II. DKI Jakarta Juara III. Kal. Tengah
b. Kelompok Putri:
Juara I. Maluku Juara II. Sum. Selatan Juara III. NTB.
7. Jalan Santai:
Diikuti 13 provinsi untuk putra dan putri, sebagai pemenang
a. Kelompok Putra:
Juara I. Jambi Juara II. Jawa Tengah Juara III. Papua Barat
b. Kelompok Putri:
Juara I. Papua, Juara II. Bali Juara III. Kal. Timur.

Sebagai Juara Umum adalah Prov. Bali dan Lampung.
Kegiatan Olah Raga dan Keakraban berjalan dengan lancar dan menarik para peserta, karena hanya kegembiraan yang dirasakan mereka dan keakraban yang diperoleh. Kegiatan ini dianggap sukses dan berhasil, terlebih ada hadiah medali yang diperoleh dari hasil pertandingan antar peserta, sehingga memacu untuk berprestasi.
23. FESTIVAL dan KESENIAN
Acara ini merupakan acara untuk memeriahkan Acara PENAS XIII petani-nelayan 2011, Dimana petani-nelayan itu tidak saja pandai dan cerdas dilapangan, tetapi juga memiliki jiwa seni yang tidak kalah dengan masyarakat lainnya. Jiwa seni tersebut direfleksikan dalam berbagai bentuk, yaitu paduan suara, tarian masal, lagu, tari dan busana daerah.

Acara FESTIVAL KESENIAN DAERAH
Tempat Stall Kuda (Panggung Hiburan Rakyat)
Tanggal 18-22 Juni 2011
Peserta Festival Lagu Daerah (Gita Nusantara) 16 Provinsi
Festival Tari Daerah (Gerak Nusantara) 22 Provinsi
Festival Busana Dearah (Busana Nusantara) 24 Provinsi
Kesenian Madihin dari Banjarmasin (21 Juni 2011)
Kesenian Wayang Kulit (22 Juni 2011, semalam suntuh)
PEMENANG LOMBA:
1. Festival Lagu Daerah : Juara Lomba:
Juara (I) : Sulawesi Utara
Juara (II) : Sumatra Selatan
Juara (III) : DI.Yogyakarta
2. Festival Tari Daerah :
Juara (I) : Aceh
Juara (II) : Sumatra Selatan
Juara (III) : Kalimantan Tengah
3. Festival Busana Daerah :
Juara (I) : DI. Aceh
Juara (II) : DKI Jakarta
Juara (III) : Gorontalo
Kegiatan Festival Kesenian Daerah telah berjalan dengan penuh keramaian dan antusias dari para peserta. Hal ini terbukti dengan banyaknya perwakilan provinsi yang mampu menunjukkan kebolehannya.
Festival Kesenian Daerah telah berjalan dengan sukses, dan kesuksesan ini dilengkapi dengan mendatangkan kesenian Madihin dan Wayang Kulit, yang lebih menambah keramaian Festival.

IV. KESIMPULAN

Dari seluruh kegiatan Penas XIII yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan beberapa hal antara lain:
1. Dari 6 pokok kegiatan yang dilaksanakan di Tenggarong, Kalimantan Timur, secara keseluruhan dapt diikiuti oleh kontingen KTNA dari Kabupaten Kampar melalui kontingen Propinsi Riau dengan sub kegiatan antara lain:
a. Acara Pembukaan dan Penutupan dimana Pembukaan dibuka oleh Wakil Presiden RI dan dituutp oleh Gubernur Kalimantan Timur
b. Temu Wicara dengan Presiden RI dan Pejabat Tinggi terdiri dari:
– Temu Wicara dengan Menteri Pertanian RI
– Temu Wicara dengan Menteri Perindustrian, Perdagangan dan Gubernur Bank Indonesia
– Temu Wicara dengan DPD RI
– Temu Wicara dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI
c. Pemberian Penghargaan, terdiri dari:
– Pemberian Satya Lencana Emas Adi Bhakti
– Pemberian Tanda Kehormatan RI berupa Satya Lencana
– Pemberian Penghargaan Lomba-lomba.
d. Rembug Utama KTNA
e. Temu Profesi
f. Temu Petani Asean dan Jepang
g. Temu Sukses Petani Neyalan dan Penyuluh
h. Expo Aquaculture
i. Expo Agroforestry
j. Pengembangan Pasar Lelang Hasil Pertanian
k. Expo dan Kontes Peternakan Nasional
l. Pameran Pembangunan Nasional
m. Temu Usaha Agribisnis
n. Lomba Stand
o. Pengembangan Jaringan informasi Agribisnis
p. Gelar dan Temu Teknologi
q. Temu Karya
r. Study banding dan Widyawisata
s. Peragaan, Unjuk Tangkas dan Asah Terampil
t. Olahraga dan Keakraban
u. Festival dan Kesenian
2. Dari Temu Usaha dan Agribisnis yang dilaksanakan, terdapat teknologi Pertanian yang direkomendasikan untuk diterapkan oleh masing-masing KTNA di Kabupaten Kampar.
a. Komoditi Karet
Klon yang dianjurkan kepada petani karet untuk menggunakan klon-klon yang dianjurkan oleh Puslitbun yaitu:
Klon Penghasil Lateks : IRR 104, IRR 112, IRR 118
Klon Penghasil Lateks dan Kayu : IRR 5, IRR 35, IRR 42
Klon Untuk Batang Bawah : GT 1, PR 225 dan PR 300
b. Sektor Perikanan
MoU bidang Perikanan antara petani nelayan dengan pelaku usaha telah terjadi sebanyak 60 buah dengan nilai transaksi mencapai Rp.46.043.405.000,-
Kontak bisnis Perikanan telah terjadi antara petani nelayan dengan pelaku usaha, dengan permintaan satu triwulan ke depan dengan nilai transaksi Rp.3.820.000.000,- dengan rincian sebagai berikut:
 Ikan Sidat dengan nilai transaksi Rp.270.000.000,-
 Ikan Patin dengan nilai transaksi Rp.2.250.000.000,-
 Ikan Pepuyu dengan nilai transaksi Rp.300.000.000,-
 Ikan Lele dengan nilai transaksi Rp.1.000.000.000,-
3. Lomba Stand untuk Kategori Agromina, Kabupaten Kampar meraih Juara III yaitu Stand Dinas Perikanan Kabupaten Kampar.

V. PENUTUP
Demikianlah Laporan Hasil Pelaksanaan Pekan Nasional Petani-Nelayan (Penas XIII) tahun 2011 ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban Kontingen Kabupaten Kampar kepada Bpk Bupati Kampar yang telah banyak memberikan bantuan dan dukungan demi terlaksananya kegiatan ini. Untuk itu kami atas nama seluruh peserta Petani-Nelayan Kabupaten Kampar melalui Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kampar mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Bupati Kampar dan semoga Allah SWT meridhoi kita semua, Amin…

Bangkinang, Juni 2011
Ketua, Sekretaris,

SUHAIMI, SP HASAN BASRI,S.Pi

Diketahui:
Assisten II Bidang Ekbang Setda Kab. Kampar
Selaku
Ketua Pembina KTNA Kab. Kampar

ZULFAN HAMID

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: