BUDIDAYA JAGUNG MANIS

BUDIDAYA JAGUNG MANIS
( SWEET BOY)

Latar Belakang
– Jagung manis banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena memiliki rasa yang manis dan nilai gizi yang lebih banyak
– Umur produksinya lebih singkat atau genjah sehingga sangat menguntungkan– Permintaan pasar terhadap jagung manis terus meningkat, baik untuk swalayan, pedagang jagung bakar, jagung rebus
MASALAH PETANI JAGUNG MANIS
1. Penggunaan benih, terutama harga benih yang terlalu mahal
2. Petani masih menggunakan teknologi tradisional, belum spesifik lokasi yang dikehendaki oleh tanaman jagung manis
3. Teknologi prapanen dan pasca panen yang sederhana
BERCOCOK TANAM JAGUNG MANIS
1. Pengolahan Tanah
Tanah diolah digemburkan dan diratakan dengan menggunakan cangkul atau bajak dan digaru sedalam 20 – 30 cm
2. Penanaman
Dilakukan dengan cara ditugal atau membuat lubang tanam sedalam 5 cm. Adapun jarak tanam yang dianjurkan adalah : 70 x 40 cm (2 biji perlubang) atau 70 x 20 cm (1 biji perlubang). Keburtuhan Benih 11 kg untuk 1 Ha
Jumlah benih setiap 250 gram atau 1.800 biji. Untuk mencegah dari serangan hama lalat bibit, dianjurkan diberi insektisida granul (misal WinGran 0,5G) kedalam lubang tanam dengan dosis 6 – 8 kg/Ha
3. Pengairan
Berikan pengairan secukupnya selama masa pertumbuhan, terutama pada saat musim kemarau.
Pengairan berikutnya diberikan 2 minggu sekali atau pada saat dibutuhkan sampai tongkol terisi penuh

4. Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan dilakukan saat tanaman berumur 2 – 3 minggu dan diulang pada saat bersamaan pembumbunan dan pemupukan terakhir.
Pupuk yang digunakan adalah Urea 300 kg, SP 36 150 kg dan KCL 50 kg setiap Ha. Adapun cara pemberiannya :
– Saat tanam Urea 1,6 gram/tanaman, SP 36 1,6 gram/tanaman dan KCL 0,8 gram/tanaman (Urea 100 kg, SP 36 150 kg dan KCL 50 kg), cara pemberian dengan tugal pada jarak 5 cm dari lubang tanam dan ditutup lagi
– Susulan I pada saat umur 21 hari setelah tanam dengan pupuk Urea 1,6 gram/tanaman (urea 100 kg), ditugal dengan jarak 10 cm dari lubang tanam dan ditutup lagi
– Susulan II pada umur 35 hari setelah tanam pemberian Urea sebanyak 1,6 gram/tanaman (Urea 100 kg), ditugal dengan jarak 15 cm dari tanaman jagung
5. Hama dan Penyakit
a. Hama Lalat bibit
Pengendalian adalah dengan penanaman serentak dan menerapkan pergiliran tanaman untuk memutus siklus hidupnya, terutama selesai panen jagung. Mencabut dan memusnakan tanaman yang terserang, menjaga kebersihan lahan dari gulma, serta mengendalikan dengan semprot pestisida menggunakan Dursban 20 EC, Hostation 40 EC, Marshal 25 ST dengan dosis sesuai anjuran
b. UlatPemotong dan Penggerek Buah
Pengendalian hama ini adalah dengan tanam secara serempak pada areal yang luas, mencari dan membunuh secara manual serta melakukan penyemprot insektisida dengan dosis sesuai anjuran
c. Penyakit Bulai
Disebabkan cendawan Peronosporta maydis yang berkembang pesat pada suhu udara 27 derjad keatas, serta keadaan udara yang lembab. Gejala serangan adalah pada tanaman umur 2 – 3 minggu, daun runcing dan kaku, pertumbuhan terhabat, warna daun kuning dan terdapat spora berwarna putih pada sisi bawah daun.
Pengendalian adalah dengan menggunakan benih unggul, pergiliran tanaman, seed treatment benih dengan Ridomil.
6. Panen
Panen jagung manis dilakukan sekitar 65 hari setelah tanam, dimana pada saat tersebut buah sudah dikakatakan masak secara fisiologis dengan cirri-ciri daun dan kelobot sudah mongering (menguning). Bila kelobot dibuka biji sudah tampak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: