Ternak Kambing

BUDIDAYA KAMBING POTONG

Kambing adalah ternak yang pertama kali didomestikasi oleh manusia atau yang kedua setelah anjing. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya gambar kambing pada benda-benda arkheolog di Asia Barat, seperti Jericho, Choga Mami Jeitun, dan Cayonu pada tahun 6000-7000 SM. Kambing atau sering dikenal sebagai ternak ruminansia kecil merupakan ternak herbivora yang sangat populer di kalangan petani di Indonesia, terutama yang tinggal di pulau jawa. Oleh peternak, kambing sudah lama diusahakan sebagai usaha sampingan atau tabungan katena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksinya relatif mudah. Produksi yang dihasilkan dari ternak kambing yaitu daging, susu, kulit, bulu, dan kotoran sebagi pupuk yang sangat bermanfaat.

Adapun taksonomi zoologi kambing sebagai berikut.
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Artodactyla
Famili : Bovidae
Subfamili : Caprinae
Genus : Capra
Spesies : Capra Hircus

1. Bangsa-bangsa
a. Kambing kacang
Kambing kacang merupakan bangsa kambing asli dari Indonesia. Tipe kambing ini sebagai penghasil daging. Warna tubuhnya bervariasi, yaitu putih bercampur hitam atau cokelat dan hitam polos. Tanduknya megarah ke belakang dan membekok. Hidung lurus, leher pendek, serta telinga pendek, berdiri tegak.

Kambing kacang. Meskipun produktivitasnya rendah, tetapi daya tahan terhadap serangan penyakit bagus.

b. Kambing boer
Bangsa kamibing ini merupakan keturunan dari kambing afrika selatan. Pola warna pada kepala dan leher berwarna cokelat, badan dan kakinya berwarna putih, serta bulunya pendek dan mengilap. Kambing ini merupakan tipe pedaging. Betina dewasa dapat mencapai berat badan 60-75 kg dan jantan 120-150 kg. Bertanduk, kaki pendek, hidung cembung, serta lebar dan menggantung.\
c. Kambing angora
Bangsa kambing ini berasal dari Turki. Merupakan bangsa kambing yang sangat unik karena menghasilkan bulu wol (mohair) dengan warna bulu putih ikal dan panjang mengilap. Kambing ini berukuran kecil dengan tinggi gumba sekitar 54 cm. bertanduk pendek dengan telinga menggantung.

d. Kambing seaanen
Tubuhnya berwarna belang hitam putih, merah, atau cokelat putih. Bangsa kambing ini tidak bertanduk atau bertanduk kecil, kepala ringan, leher panjang dan halus, serta dahi lebar. Telinganya pendek, mengarah ke depan dan ke samping. Kakiny lurus dan kuat, tubuh panjang, serta kelenjer susu besar dan lunak.
e. Kambing Kashmir
Bangsa kambing ini merupakan kambing impor dari Kasmir, Pakistan. Saat ini, kambing kashmir banyak tersebar di jawa barat dan Nusa Tenggara. Keturunan kambing ini adalah kambing gembrong di Bali.
Kepala besar, mata kecil, leher pendek, serta telinga sedang dan terkulai ke bawah. Kaki bawah berambut pendek, tubuh mempunyai rambut penutup panjang dan halus, serta di bawah rambut penutup terdapt mohair lebat dan sangat halus. Berat badan dewasa bisa mencapai 60 kg.
f. Kambing gembrong
Bangsa kambing gembrong banyak terdapat di pulau Bali. Asal-usulnya memang belum bisa dipastikan , tetapi kemungkinan merupakan keturunan dari kambing kashmir.
Ukuran tubuny lebih besar dibandingkan kambing kacang. Memiliki tanduk, telinga pendek dan tegak, serta ekor kecil dan pendek. Rambut yang menutupi seluruh tubuhnya berukuran panjang dan halus. Pada jantan, rambut di bagian leher dan pinggang lebih panjang dibandingkan betina. Dahi pada kambing jantan berjumbai yang sering kali menutupi muka dan mata.

2. Pemilihan calon bakalan
Pemilihan bibit diperlukan untuk mengahasilkan keturunan yang lebih baik. Secara umum ciri-ciri yang baik adalah berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengilap, serta daya adaptasi terhadap lingkungan tinggi.
Kriteria pejantan yang kan digunakan untuk bibit sebagai berikut :
– tubuh besar dan panjang, tidak terlalu gemuk, gagah, punggung lurus, serta dada dalam dan lebar.
– Kaki lurus dan kuat, tumit tinggi.
– Buah zakar normal serta mempunyai libido yang tinggi.
– Umur lebih dari 1,5 tahun (gigi seri tetap).
– Berasal dari keturunan kembar.
Kriteria betina yang kan digunakan untuk bibit sebagai berikut :
– Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, serta tubuh besar, tetapi tubuhnya tidak terlalu gemuk.
– Jinak dan sorot matanya ramah.
– Kaki lurus dan tumit tinggi
– Tidak cacat, rahang atas dan bawah rata
– Ambing simetris dan jumlah putting dua.
– Umur lebih dari 12 bulan (2 buah gigi seri tetap)
– Berasal dari keturunan kembar.

3. Perkandangan
Agar kambing merasa nyaman tinggal di dalamnya, kandang harus memenuhi persayaratan sebagai berikut:
– Kandang harus kering, tidak becek, dan tidak lembab.
– Cukup mandapat sinar matahari dan sistem ventilasi baik.
– Kandang harus terhindar dari tiupan angin lansung.
– Letak kandang minimal berjarak 5 meter dari rumah
– Konstruksinya harus kuat dan tahan lama.
– Bahan kandang ekonomis serta mudah didapat.

Ada dua tipe kandang yang biasa digunakan di daerah tropis, yaitu kandang pada tanah dan kandang panggung.
Adapun spesifikasi kandang pada tanah sebagai berikut.
– Tinggi bangunannya kurang lebih 2-3 m.
– Bagian belakang lebih pendek dengan ketinggian 1-1,5 m.
– Lantainya bisa berupa tanah yang didapatkan, beton, atau semen agar tidak becek.
Spesifikasi kandang panggung sebagai berikut ;
– kandang jenis ini sangat umum digunakan oleh peternak.
– Tinggi lantai kandang 1-1,5 m di atas permukaan tanah. Hal ini memudahkan dalam membersihkan dan mengumpulkan kotoran.
– Lantai bisa terbuat dari papan kayu atau belahan bambu.

Kandang panggung. Bagian lantai bisa digunakan untuk menampung kotoran.

Bahan kandang-atap dan lantai-sebaiknya berasal dari bahan yang mudah didapat dan harganya murah. Kandan g di daerah tropis mempunyai dinding yang terbuka untuk ventilasi yang lebih baik sehingga memudahkan dalam membuang panas dan tidak terlalu lembab. Sementara tempat pakan dibuat berngsel agar mudah untuk dibersihkan.
Dalam satu areal perkandangan, dianjurkan terdapat minimal empat petak kandang, yaitu kandang pejantan, kandang ternak bunting tua dan ternak menyusui, kandang induk yang baru melahirkan, dan anak yang baru disapih.

4. Tata laksana pemeliharaan
Hampir semua ternak ruminansia kecil di Indonesia dipelihara oleh peternak kecil di pedesaan dengan sistem pemiliharaan tradisional. Bahan pakan yang digunakan berasal dari limbah pertanian dan tanaman sekitar pemukiman.
Anak kambing yang baru lahir harus mendapatkan kolustrum karena kolustrum meransang saluran pencernaan, memberika nvitamin A, dan mengandung sntibodi yang memberikan immunitas terhadap penyakit. Apabila tidak menyusu dalam waktu tiga jam setelah lahir, anak kambing harus dibantu menyusu ke induknya. Caranya, mulut anak kambing diarahkan ke puting susu induknya. Dalam kondisi seperti ini, tubuh induk perlu dipegangi agar putingnya tidak bergerak-gerak. Bila anak yang baru lahir tidak diajari menyusu, insting menyusunya akan hilang dan anak akan mati.
Penyapihan dapat dilakukan pada umur 5 bulan. Namun, untuk kambing tipe pedaging, penundaan penyapihan akan lebih baik agar anak bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari susu induk. Bila anak sudah dipisahkan dari induk, dapat diberikan pakan tambahan, seperti dedak padi atau daun leguminosa. Pemeriksaan pertumbuhan setelah penyapihan sangat penting agar pada saat dikainkan pertama kali, bobot badanya cukup.
Tata laksana rutin pada kambing dewasa dan induk yang harus diperhatikan adalah saat yang tepat untuk mengawinkan dengan melihat tanda-tanda ternak estrus. Pemakaian pejantan bersama oleh kelompok peternak akan menurunkan biaya pemeliharaan.

5. Pemberian pakan
Kambing merupakan ruminansia yang efisien dalam mencerna serat kasar. Kambing dapat mengonsumsi bahan kering relatif banyak yaitu 5-7% dari berat badannya. Selain itu, kambing juga mampu mengonsumsi pakan yang tidak biasa dikonsumsi oleh ternak lain. Kambing mempunyai kebiasaan makan yang berbeda dengan domba, yaitu dengan bantuan gerak aktif bibir atas dan lidah yang dapat memegang. Daun semak merupakan sumber pakan yang sangat penting bagi kambing.
Anak kambing yang baru dilahirkan harus diberi kolustrum. Setelah berumur yang baru dilahirkan harus diberikan susu pengganti sampai mampu mengonsumsi pakan kasar dan konsentrat. Pada umur 2-3 minggu, anak kambing sudah bisa diberi pakan kasar, berupa hijauan yang mudah. Pada saat umur 5-6 minggu, kambing muda dapat mengonsumsi hijauan dan konsentrat dengan baik, seperti kambing dewasa.
Pakan utama kambing adalah tunas-tunas semak serta ranting dan gulma. Selain itu, kambing juga perlu diberikan pakan tambahan, berupa konsentrat. Sebaiknya, konsentrat diberikan dalam bentuk kasar karena kambing tidak menyukai pakan yang digiling halus dan berdebu. Konsentrat terutama diberikan pada kambing yang sedang bunting, menyusui, anak kambing, dan indukan peajantan.

Hijauan yang diberikan dapat berupa daun lamtoro, gamal, dan dau nangka. Bila berdasarkan bahan kering, pemberian hijauan sebaiknya mencapai 3% dari berat badan atau 10-15% berat badan bila dalam bentuk segar. Sementara konsentrat dapat disusun dari bungkil kelapa, bungkil kedelai, dedak, tepung ikan, serta ditambah mineral dan vitamin. Kandungan protein dalam kosentrat berkisar 16%. Pakan diberikan dua kali sehari (pagi dan sore hari). Selain pakan, kambing juga perlu diberi gamar beriodium, bisa berbentuk urea molasses block (UMB) yang digantung didalam kandang. Air minum harus selalu tersedia.

6. Pembibitan
Pemberian pakan dan tata laksana yang baik akan memberikan pertumbuhan yang baik karena kambing cepat beranak dan anaknya cepat besar.
Kambing diusahakan minmal beranak tiga kali dalam tahun. Saat pertama kali dikawinkan, sebaiknya kambing telah berumur 6-10 bulan atau saat bobot badan mencapai 40-50 kg. Artinya, kambing dalam kondisi bagus dan diharapkan beranak pertama kali pada umru satu tahun.
Saat birahi, kambing menunjukkan gejala gelisah, nafsu makan dan minum menuru, ekor sering dikibas-kibaskan, sering kencing, kemaluan bengkak, serta mau atau diam bila dinaiki. Cara mudah mendekteksi berahi adalah dengan mendekatkan kambing betina pada pejantannya. Bila bersedia dikawini, berarti kambing betina dalam keadaan berahi. Rasio jantan dan betina yang baik yaitu 1:10. setelah induk betina beranak, tanda berahi kan muncul kembali pada 6-8 minggu kemudian. Namun, kambing tersebut akan dikawinkan kembali setelah mengalami berahi 3 kali.
Induk yang telah dewasa biasanya akan melahirkan anak kembar dua atau tiga. Persentase anak jantan lahir yang lebih banyak dengan rasio nantan dan betina yaitu 115:100. jika anak lahir dalam kondisi tunggal, biasanya berat badannya lebih tinggi dibandingkan anak yang lahir kembar. Berat badan jantan lebih tinggi dibandingkan betina.

7. Pemeliharaan kesehatan
Mencegah penyakit lebih baik dari pada mengobati. Mencegah panyakit dilakukan dengan menjaga sanitasi kandang, pakan cukup mengandung nutrisi lengkap, dan vaksinasi. Tindakan pencegahan lain yaitu membebaskan kambing dari parasit internal (misalkan cacing) dengan memberikan obat cacing dan parasit eksternal (misalkan kudis) dengan memandikan secara rutin.

8. Panen dan hasil panen
Disamping menghasilkan daging dan mohair, kambing juga mempunyai potensi sebagai pengahasil kulit yang bernilai ekonomis tinggi serta yang sangat bermanfaat sebagai pupuk.
a. Daging Kambing
Sebaiknya kambing disembeli pada saat dewasa agar diperoleh persentase karkas, jumlah bagian yang termakan, dan jumlah bagian yang bernilai ekonomis secara maksimum. Daing kambing merupakan daging yang unik dalam hal bau, palatabilitas, dan keempukannya. Daginnya kurang berlemak dibandingkan daging ternak lainnya dan biasanya kurang empuk. Keadaan dagingnya yang kurang berlemak lebih banyak disukai konsumen karena permintaan daging saat ini adalah daging yang sedikit mengandung lemak. Ada tiga tipe daging kambing yang dihasilkan dan dikonsumsi, sebagai berikut.
– Daging anak kambing (umur 8-12 minggu)
– Daging kambing muda (umur 1-2 tahun)
– Daging kambing tua (umur 2-6 tahun)
b. Kulit kambing
Kulit kambing merupakan hasil panen sampingan dari kambing kualitas kulit dipengaruhi oleh bebarapa faktor, antara lain penyakit kulit, kondisi ternak, dan perlakua saat pemotongan. Sebelaum dipotong, hendaknya kambing dihindarkan dari panas yang berlebihan, misalnya berjalan di terik matahari yang tinggi. Tato juga mengurangi nilai kulit. Untuk, pemberian tanda/ cap pada kulit harus dihindari. Pemberian tanda sebaiknya pada telinga, pipi, atau kaki bagian depan dan belakang.
c. Bulu kambing
Bulu kambing merupakan komoditas yang bernilai ekonomis. Ada tiga golongan kualitas dinilai berdasarkan panjang bulu. Bulu panjang lebih berharga dari pada bulu pendek. Bulu berkualitas ekspor harus mengandung lebih dari 80% bulu bersih dan kurang dari 3% bahan tanaman/kotoran yang lain.
d. Mohair
Mohair adalah bulu wol kambing Angora. Angora mempunyai bulu mohair yang panjang dan dapat tumbuh 15-30 cm setahun. Bulu kambing angora dapat dipotong dua kali setahun. Rata-rata produksi mohair sebanyak 3 kg setiap ekor dalam sekali pencukuran. Mohair tumbuh ikal putih dan mengilap. Mohair yang paling disenangi yaitu ikal, kerinting, dan melingkar. Sementara tipe lainnya yaitu berombak datar. Kehalusan merupakan sifat terpenting dari mohair. Oleh karena itu, mohair anak kambing merupakan yang paling halus dan mahal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: